Mencari Bahagia


Dear R,
Benarkah hidup ini tentang mencari bahagia? Kenapa begitu ya? Ah, kamu mana mau menjawab? Kamu mana bisa menjawab?

Kamu sibuk sekali. Tak sempat kautanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan yang baru saja kuungkapkan. Kamu mencari uang. Mencari pengakuan. Mencari posisimu di lingkungan pergaulan. Mungkin kadang kau sempatkan juga mencari cinta.

R, jangan-jangan hidup bukan tentang mencari kebahagiaan. Hidup hanya semacam perjalanan. Kita hadapi apa yang di depan. Senangnya, sedihnya, bahagianya, kejutannya, deritanya. Karena hidup tidak seperti dongeng yang tamat ketika gadis cantik yang miskin dan baik hati dipinang oleh seorang pangeran tampan, lalu ditutup dengan sebaris frasa: happily ever after. Kenyataannya hidup bukan tentang happily ever after sebab sesudah gembira datang selalu saja ada bayang-bayang kesedihan, begitu pun sebaliknya.

R, dalam hidup ini begitu banyak yang membuat dadaku sesak. Peperangan, kemiskinan, pengkhianatan, ketidakpedulian. Sementara di sini kita bergelimang kenyamanan, meski ternyata kita tidak juga merasa bahagia. Kita merasa hampa. Kita tak berdaya. Berdosa kah kita?

Aku bahagia saat bersamamu. Dulu, dan mungkin nanti. Kucoba membekukan momen itu, kubingkai, dan kupasang dalam tembok memoriku. Bukankah momen yang sudah terjadi itu akan tetap bernama memori bahagia? Dan ketika aku sedang tidak bahagia karena jauh darimu dan sebagainya, itu pun akan menjadi potret dalam bingkai cerita hidup.

Bahagia itu memang rasa yang menyenangkan, karena itulah manusia berkejaran menggapainya. Sedih itu bisa membuat sekujur tubuh menjadi muram, alhasil manusia pun bersusah payah menghindari dan menolaknya.

Kasihan sekali manusia yang tidak tahu apa yang menjadi kebahagiaannya ya. Ia tak tahu mesti mengejar apa. Ataukah ia justru beruntung karena tak perlu lelah mengejar?

Ah R, tidak bahagia itu tak apa-apa. Buktinya kita baik-baik saja. Kamu tidak bahagia. Aku juga tidak. Tapi toh kita tetap memilih menjalani ketidakbahagiaan itu seperti juga jutaan manusia lainnya. Sebab mungkin hidup bukan melulu tentang mencari bahagia. Ini hanya sandiwara singkat saja.

Path

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s