Warung indomi


Harum. Hangat.
Wajah-wajah sayu kuyu. Tanggalkan lapar. Lepas segala dunia siang.
Apa kabar mereka? Beratkah hari ini? Ataukah lapang?

Nampak lahap. Mereka makan indomi. Begitupun aku.
Tapi aku tak sepenuhnya sendiri. Ada teman bisikkan selamat makan. Dari seberang lautan.

Lalu sebuah sapa. Kupalingkan muka. Sebentuk senyum. Kubalas senyum. Ada ramah juga di Jakarta.

Lalu aku pulang. Namun mereka tinggal. Menikmati rokok dan secangkir kopi. Melanjutkan malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s