Hidup adalah menunggu


Sejatinya, hidup ini adalah menunggu. Menunggu mati, mengisinya dengan kerja dan suka ria, diselingi rasa sedih dan kecewa. Pada dasarnya hidup ini adalah menunggu. Menunggu berbahagia. Mungkin semenit, mungkin pula sedekade lamanya. Mungkin akan tiba saatnya, atau mungkin sebaliknya.

Aku yang belia dulu menunggu segera lulus SMA. Biar dikata dewasa. Aku yang belia dulu menunggu melepas status mahasiswa, menjadi pekerja, memikul tanggungjawab yang berbeda. Aku yang belia dulu menunggumu. Selalu menunggumu dan tak henti menunggumu. Agar datang kepadaku. Lalu bersama-sama menunggu waktu berlalu.

Kini aku tak lagi belia. Namun nyatanya hidup masih saja menunda. Membiarkanku menunggu. Sialnya, aku tak tahu pasti apa yang kutunggu. Kupandangi saja jarum jam yang berputar. Lalu momen satu-persatu menghilang. Mungkin… dengan hilangnya momen itu, terkikis juga waktuku untuk menunggu. Menunggumu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s