Cara memilih ukuran AC


 

Salah satu komponen utama untuk membuat tempat tinggal kita nyaman adalah penyejuk ruangan alias AC (air conditioning). Selain memilih jenis dan merk AC, ada satu hal lain yang bisa dibilang paling penting: ukuran AC. Saat ini sudah banyak referensi yang bisa dijadikan pedoman: sales AC, informasi di counter AC (yang ada di mall), dan tentu saja Internet. Dengan mengumpulkan info dari sumber-sumber di atas, saya ingin merangkum tips memilih ukuran AC ini untuk pembaca sekalian yang baik hatinya :-).

Agar efektif dan efisien, ada dua hal yang mesti kita perhatikan: daya pendingin (BTU/hr) dan daya listrik (W). Biasanya kita memilih AC berdasarkan ukuran PK. PK yang merupakan singkatan dari Paard Kracht atau Horse Power (HP) adalah satuan daya compressor AC dan bukan daya pendingin AC. Yang sebenarnya menunjukkan daya pendinginan AC disajikan dalam satuan BTU/hour (British Thermal Unit per jam). Karena itu, kita perlu mengkonversi satuan tersebut agar menemukan ukuran yang pas.

Rule of thumb:

1 m2 memerlukan sekitar 600 BTU/hr

Formula sederhana yang bisa kita pakai adalah dengan melihat dimensi ruangan kita, kemudian memasukkannya dalam formula:

panjang (m) x lebar (m) x tinggi (m) x 500 ÷ 3 = kebutuhan BTU/hr

Secara ringkas, ukuran AC dapat ditentukan menggunakan perkiraan berikut:

Ukuran ruangan (m2) BTU/hr PK
6 – 9 5000 ½
9 – 12 7000 ¾
12 – 16 9000 1
16 – 20 12000 1 ½
20 – 30 18000 2

Selamat memilih AC!

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s