Taksi Terbaik Jakarta


Sebagai pengguna setia alat transportasi umum, saya suka memerhatikan, menilai, dan tentu saja mengomentari kualitas kendaraan umum yang saya gunakan. Selama tinggal di Jakarta, taksi adalah favorit saya sesudah busway. Untuk daerah yang terjangkau dengan busway, pastinya saya tidak berpikir dua kali untuk memilih bis bertarif Rp. 3.500 sekali jalan ini. Namun seringkali saya perlu bergerak cepat tapi tetap rapi, sehingga taksi adalah pilihan terbaik. Saking seringnya naik taksi, saya jadi suka membanding-bandingkan taksi satu dengan yang lain. Bagaimana armadanya, sopirnya, layanan standarnya, hingga fitur-fitur apa saja yang dikembangkan perusahaan taksi dalam menghadapi persaingan bisnis taksi yang menjamur di Jakarta.

Saya membuat daftar Taksi Terbaik Jakarta versi Amalia ini berdasarkan beberapa parameter, yaitu:

1. Kualitas sopir yang meliputi: pengetahuannya akan rute jalan, tingkat kesopanan, tidak berusaha korup dengan secara sengaja tidak mengambil rute terdekat, dan tentu saja cara mengemudi mobil.

2. Fitur-fitur tambahan semakin bervariasi dilakukan oleh perusahaan taksi. Mereka menyadari bahwa konsumen semakin cerdas dan selektif dalam memilih taksi.

3. Tarif tentu saja penting karena mobilitas saya cukup tinggi. Semua taksi di Jakarta menggunakan tarif bawah (buka pintu/flag fall  Rp. 5.000), kecuali Blue Bird (Rp. 6.000) dan taksi mewah semacam Silver Bird dan White Horse. Saya tentu suka yang murah!

4. Armada pada dasarnya bukan sesuatu yang vital. Paling penting tentu saja airco dan argo-nya berfungsi baik. Selain itu saya suka taksi dengan mobil yang relatif baru dan bersih dengan pintu dan nomor taksi yang meyakinkan.

5. Safety yang terjamin. Parameter kelima ini perlu dimasukkan sehubungan dengan maraknya tindakan tidak menyenangkan dalam taksi. Baik itu pemerasan, menurunkan penumpang tidak di tempat tujuan, atau tindakan kriminal yang berat.

Setelah melalui survey yang cukup mewakili dan hasil perenungan objektif yang tidak sebentar, saya memutuskan ranking taksi terbaik Jakarta adalah sebagai berikut:

1. Gamya (dark green)

The winner

Taksi Gamya memiliki armada yang relatif baru terdiri dari Nissan Sunny Neo GL, Nissan Latio & Toyota Limo. Sopir-sopirnya sopan dan bagus dalam memilih rute jalan. Taksi ini juga  memiliki tarif bawah dan saya belum pernah dikecewakan dengan argo yang tidak masuk akal. Setiap armada taksi Gamya juga dilengkapi sistem radio call, electronic receipt, detektor uang palsu, credit voucher, lost & found, serta reservation center yang buka 24 jam. Kekurangan taksi Gamya adalah karena armadanya yang belum banyak, frekuensi armada yang kosong di jalan juga relatif rendah.

2. Taxiku (bright yellow)

Keunggulan taksi Taxiku adalah di fitur-fitur tambahan, seperti: gratis tol menuju bandara, printer argo (di beberapa armada), dan menumpang gratis ketika argo tidak berfungsi dengan benar. Selain itu, saya terkesan dengan kemampuan sopir-sopir Taxiku yang secara umum memuaskan dalam mengemudi dan memilih rute terpendek.

3. Express (white)

Taksi Express berkomitmen untuk memberikan fair price, convenience, dan security dalam layanannya. Saya akui taksi Express memang menuju ke sana. Tarifnya selalu fair, armadanya nyaman, sopirnya mengemudi dengan cepat (sesuai namanya), dan saya belum pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan menyangkut keamanan. Namun, seiring dengan berkembangnya jumlah armada, jumlah sopir yang tidak menyenangkan juga semakin sering saya temui. Karena itu saya “terpaksa” menaruh peringkatnya di nomor 3.

4. Blue Bird (blue)

Taksi Blue Bird bisa dibilang rajanya taksi di Jakarta. Armadanya bagus, keamanan terjamin, tersedia credit voucher, layanan reservasi 24 jam yang reliable, serta sistem GPS yang terpasang di hampir seluruh armada. Beberapa taksi Blue Bird juga sudah dilengkapi dengan radio yang menghibur di tengah kemacetan Jakarta. Taksi ini dikenal luas bahkan bagi orang asing, mereka sudah diwanti-wanti untuk hanya naik taksi selama mengunjungi Jakarta. Saya punya dua alasan menempatkan Blue Bird di nomor empat. Pertama, kualitas sopir yang tidak prima. Sudah berkali-kali saya dikecewakan dengan sopir yang tidak tahu jalan dan sengaja memilih rute yang jauh. Kedua, karena tarifnya yang lebih mahal dari taksi pada umumnya di Jakarta.

5. TransCab (bright orange)

The inside of TransCab

Satu-satunya taksi dengan layanan TV kabel di dalamnya membuat saya langsung jatuh hati pada TransCab. Tapi tentu itu bukan satu-satunya alasan sebab TransCab memenuhi parameter-parameter lain dengan sempurna. Sopirnya selalu ramah (yang tidak berlebihan) dan menguasai jalanan Jakarta, armadanya nyaman, tersedia struk pembayaran, dan tentu saja tarifnya termasuk tarif bawah. Dan lagi, saya pikir sopir-sopir TransCab juga dilatih untuk menjadi tenaga marketing mereka. Satu-satunya kekurangan saat ini adalah sangat sedikitnya armada yang tersedia sehingga belum bisa dengan mudah menemukannya di jalanan.

—–

Selamat memilih taksi!

 Sekadar memenuhi rasa penasaran, saya ingin tahu taksi apa yang menurut kalian terbaik di Jakarta?

About these ads

65 thoughts on “Taksi Terbaik Jakarta

  1. Sebagai orang yg gak paham lika-liku jakarta maka saya memilih Ekspress karena sopir2nya tau arah. Pernah naik bluebird, eh dia nanya lewat mana padahal saya naik taksi biar gak ditanya2 lagi hahaha

  2. wulanadian says:

    No….!!!! Taksiku is the worst…!!! I could be in the middle of giving birth, and still won’t use Taksiku.
    Just the sight of them gives me goosebumps! Bad experience all the way…

  3. gamya itu katany pecahan dari bluebird ya.
    selama ini pake taxi berdasarkan yg udah punya “image bagus” aja, termasuk preferensi banyak orang.
    (ie. BB, express, dan gamya)
    cuma kelemahan naik taksi buat aku yg buta jalan/area, jadi sebel (pun oleh BB) setiap ditanya, mau lewat mana?

    • wulanadian says:

      sopir BB emang harus tanya lewat mana kalo ada banyak jalan yg bisa dilewati buat sampe ke tujuan. kalo gak tanya bisa dikomplain soalnya kebiasaan orang kan lain2. kalo naik BB terus bingung pas ditanya gitu bilang aja: “yg paling cepet pak.”

      • iya…aku mesti bilang gitu. tapi aku berkali2 dikecewakan bb soale sang sopir lewat rute jauh. terus kadang sopir2e sok ramah, sebel aku :D

      • yup, i did that.
        “yang paling cepat, pak” so far is the optimum way, but not the best one.
        —alias jawaban pasrah :D

    • yes. gamya itu pecahan blue bird. kadang taksi2 lama yang “nggak meyakinkan” punya sopir tua yang berpengalaman. nggak nanya, tapi langsung pake rute terdekat. seneng sama sopir2 kayak gini :)

    • yumas says:

      taksi Blue bird emg menerapkan standart bgtu ke supirnya. selalu menanyakan “mau lewat mana” maksdnya disini memberikan kebebasan ke penumpang u/ menentukan jalan sndiri. karena biar gak dikira diputar2 oleh supir. asumsi orang saat lewat jalan tertentu beda2 ada yang dikira muter2 (padahal itu jalan yng paling dekat menurut supir). so, wajar supirnya menawarkan pilihan jalan biar si penumpang yang mnentukan sndiri kemana biasanya dia lewat.

      • iyaa… tapi kadang ada aja supir yang nakal. apalagi kalau tahu penumpangnya nggak tahu jalan. secara umum pelayanan bluebird masih terbilang bagus kok ;)

  4. mimintul says:

    sing pake TV sekarang ada banyak mba…
    Awalnya sih cuma transcab (pake TV cable)
    tapi sekarang sebagian unit express juga pake TV
    sebagian BB juga pake TV (isnya iklan thok)
    Putra juga pake TV.

    Kalo aku sih bukan cuma suka sama taksi nya aja, tapi juga sama supirnya.
    Kalau taxi, ranking satu aku selalu pilih transcab (sayang armada sedikit) dan ada supir yang aku suka, dia baik-jujur-dan selalu ngasih pilihan jalan dan alasannya. And so far, argonya selalu lebih efisien dibanding taxi dan supir lain.
    Jadi kalau mau pesen taxi, aku call HP dia langsung (hehehehe berasa punya supir pribadi)

    Kalau express juga bagus, biasanya aku naik kalau dari jakarta, karena banyak banget yang lewat.

    Blue bird, jangan pikir semua BB itu bagus,
    kalau BB pool N, biasanya supir nya preman, alias ngga sopan, kasar, kadang sering tidak menyenangkan. (pengalaman: pernah naik BB pool N, supir nya ngga rapi, pake sendal jepit, dan ngomel2 pas tau kalau destinasi nya dekat, dan parah nya lagi, pas danish lagi rewel dia ngajarin ngga bener pas aku berusaha nenangin danish “bilang ibu dek, bilang kalau ngga takut sama ibu, ngga apa2 nangis aja biar di turuti sama ibu” ——> wah ni supir akhirnya kumarahi and hampir ku complain ke pusat, tapi ya sutralah ngga jadi….

    Taxiku: PARAH

    Link: lebih PARAH lagi (eh, ngga masuk list ya? hahaha)

  5. setuju dengan yang nomor 1! sayangnya armadanya ngga terlalu banyak. dan mereka juga ketat banget tentang jam pulang ke pool.

    Tapi mobilnya itu yang paling ok sih, tentunya di samping pengetahuan sopirnya tentang jalanan jakarta.

    Bluebird yang nomor driver-nya 95-ribuan ke atas udah dipastikan orang baru. dari plaza semanggi ke BEJ ajah ngga tau. :(

    • Setujuuuu! Bluebird yang baru sering mengecewakan. Mending kalo nggak tahu, kalo pura-pura nggak tahu itu yang paling bikin sakit hati! :-)

  6. tumpuknatat says:

    I would like to share about taxi in Bandung, West Java
    Best in my experience the best and the cheapest taxi in Bandung is GR (gemah rimpah)…

  7. genta says:

    bagus mbak ulasanya….
    Iya gamya emang bagus,blue bird,..justru saya sering dikecewakan express, ga mau deket lah, macet lah, supir ngerokok..transcab oke lah..lalu taxiku blom pernah naek mba..heheh

  8. dwi says:

    kalo mau enak pake BB itu lebih fokus sama kodenya sbenarnya…karna setian kode di taksi BB itu mewakili daerah operasional khususny…misal mangga dua kodeny MD, lebak bulus LL, bintaro JU atau JR, kelapa gading kalo ga salah KP…ya gitu…

    skalian mo nanya kalo taksi “putra” itu reviewny gimana y?

    • dulu taksi putra termasuk favorit saya sebetulnya. sopirnya hapal jalan, argo “jujur”, dan mobilnya lumayan nyaman. tapi belakangan armada taksi putra banyak yang degradasi dan udah nggak nyaman lagi (AC mobil seringnya udah nggak dingin dan tempat duduknya kurang nyaman)

  9. Supir awam says:

    ‘gua gx suka ma supir taxi.ga jauh tingkah laku nye kaya supir angkot.
    ”bikin kagok supir peribadi.
    ”udah mah kalo belok atw pindah jalur sembarangant.gx pake lampu sent.kalo gue pikir masih mending angkot.ha.ha.ha

    • amin says:

      supir pribadi/TAKSI/ANGKOT semua statusnya tetap sopir sama2 orang susah/nyari makan ga usah saling melecehkan!!! ak jg kurang suka sama supir pribadi,klw pake tlakson suka g kira” brisik,orang mah pencet s x ja g usah sampe ber xx !!!

  10. gua gx suka taksi ga jauh tingkah laku gaya supir angkot bikin kagok supir pribadi,udah mah belok pindah jalur sembarangan nggak pakai lampu merah sen hahahahah

    • hehehe… biasalah sopir angkutan umum memang suka serampangan, karena merasa menjadi sopir paling berat tugasnya di dunia :-) (ini komennya kok sama dengan yang di atas ya?)

  11. Didot says:

    blue bird menurut saya masih paling bagus, blue bird ya bukan pusaka apalagi yang pul J, nyetirnya ga enak

  12. septian virtiani says:

    aku selalu menggunakan taksi express.. taksi yang nyaman buat aku.. bersih mobilnya… ramah sopirnya… jadi gak ngecewain…. gak tau kenapa aku lebih senang pake express…

  13. Dodi Thea says:

    kalo saya mbak sudah lama langganan Taxiku, karena memang rumahnya diwilayah yg banyak Taxiku ( Depok ) sejauh ini good banget deh pelayanannya, selain gratis toll armadanya juga baru-baru sekarang, ada GPS nya juga lho, cerita dulu mungkin beda dengan sekarang, konon sekarang pengurusnya banyak dari ex Blue Bird ( katanya ) coba lagi deh…..

  14. lubis kaizen says:

    Oiya.. Temen-temen, Kebetulan Aku Sedang Mengadakan Penelitian Di Kmps,. Tp aku ada Kesulitan Mencari data Jumlah Taksi BB,Express,Gamya and Taxiku. Klo tmn-tmn Tau diantara taksi td Infoin donk..? Thxs.

  15. Kodok Ijo says:

    Taxiku sangat mengecewakan… suka muter2 n banyak nanya ” pake jalan mana pak..?”, jdnya gondok pas ga tau jalan, pernah dari sudirman ke senen, eh diajak muter2 sampai argo bengkak. kalo blue bird dg express juga sudah mulai ketularan suka nanya jalan, nah kalo Gamya ini favorit, ga suka nanya lewat jalan mana, cepat sampai tujuan, argo ramah di kantong… confortable lah..

  16. fatach says:

    hanya orang yang bego yang pilih taxi abal kalo saya tetep blue bird skrng pake logika donk wajar pengemudi tanya mau lewat mana nanti kalo ga di tanya sama pengemudi di lewatin yang jauh marah2

  17. ali says:

    lia2,,kmu nulis bgtu patokannya apa?…lo gak punya dasar ga usah nulis2 bgt….14 thn,say dan klrga saya percayain ke BB…skrng anda pikir..jarak pendek tapi macet..dngn jarak yng agak jauh tapi lancar anda pilih mana? klo anda memang seseorang yng btuh waktu…….n profesional tentunya….saya tau anda itu cman orang yng cman skli2 naik taksi…klo lg hujan itu baru anda naik taksi…jdi anda blum pantas,klo nulis tntng taksi…

    • mas ali, kriteria-nya kan udah ditulis di atas (ada lima kriteria). kalau hujan, saya justru jarang naik taksi soalnya kalau hujan jarang ada taksi :-). kalau abis nonton konser saya pasti naik silver bird. tulisan ini saya post bulan januari, sudah ada revisi sebetulnya. saya nggak suka lagi taxiku. tapi nomor 1 tetap gamya. dan bluebird tentu masih sering saya pilih karena memang aman dan nyaman. dan… untuk urusan pekerjaan, saya seringnya naik mobil kantor. menurut saya, mas ali ini orangnya agak “cupet” dan “emosional” (oh ya, saya bukan orang jawa solo). semestinya mas ali bikin tulisan yang bagus di blog mas (kalau punya) tentang betapa memuaskannnya bluebird karena sudah 14 tahun menggunakan bluebird. kalau saya, 14 tahun yang lalu masih naik becak dan sepeda pancal.

  18. ali says:

    satu lagi jngn pernah ngrendahin seseorang krna pkerjaannya,,blum tntu diri anda lbih baik dari supir itu.

    • saya tidak merendahkan siapa-siapa dalam tulisan saya. tetapi mas ali merendahkan saya di sini, di blog saya sendiri dan saya tidak menghargai itu.

  19. Rakyat JAkarta says:

    apa bagus nya blue bird?….sopir nya aja pada “KABUR” ke express, krn terlalu banyak angin surga,,,,pengemudi nya pada BLOON .,maklum SIM ‘KAMPUNG”,,menang lagunya doang kayak sopir CONCORDE padahal gk ngerti apa2,,,saya yakin cepat atau lambat BB pasti GAME OVER, skrng aja dah KELINDES ma EXPRESS, BB hanya bertahan krn MONOPOLI di HOTEL dan MALL krn SOPIRNYA MALES KERJA (MUTER) takut gk LAKU,,,HAHHHAHHAHHA,,,lanjutkan TULISANNYA MBAK AMELIA,,,”ALI MENGONGGONG.BLUE BIRD KEJEDOT PALU”….HAHAAHA

  20. Abuseri says:

    Saya sopir taksi gamya.kjadian hri sabtu siang tgl:21/07/2012 brawal sy ambil order dr radio ada pesanan tamu dr kodam jatiwaringin tujuan menteng,sprti biasa tugas sy mmberi salam dn mnawarkan rute,nmun pd saat mau ambil arh casablanka ad ksalahn sy trlewat ga ambil belok kiri yg mengakibatkn sy hrus brputar -+500m…nah hnya krn kjadian itu si tamu complain ke pusat akhirnya sy dapet teguran dr pusat dn untuk smntra d skors tdk di izinkan msuk kerja dlu,akhirnya keluarga sy tdk bs mnikmati buka puasa sprti layaknya orang lain…pesen sy trmksh untuk tamu/pnumpang trsebut yg tlah mngcomplain sy smoga anda puas tlah mmbuat hidup sy sprti ini!1x Terimakasih

  21. Baru aja naik taxi express EA1468 dr bogor ke margonda. Sopirnya gak kordinasi dengan baik, mau ke arah margonda tp di bawa lewat pasar minggu, padahal bisa ambil jaLan baru depok. Dan agak curig argonya melaju cepat, dr bogor margonda kurang lebih sama dgn dr bogor ke daerah senen…

  22. mukhlis says:

    sy sbgai perantow kejakarta. Udah 5 tahun. Hampir smua taxi udah sy naik. Kalo naik blu bird. Sopirnya nanya nanya mau lewat mana. Dia gak tau lokasi tempat tujuan sy lah.
    Bahkan taxi lain yg tarifnya sm kyk expres. Sy pasti pilih menggunakan taxi Expres. Soalnya taxi tersebut ga pernah nipu penumpangnya. Nipu yg sy maksud gak tau jalurlah. Suka lewat jalur yg jauh dan lama. Bahkan sy smpat ketinggalah hp sy didalam taxi expres. Waktu itu sy duduk didpan. Trus nyam rumah kira2 udah 5mnit. Sy telfn dan meminta hpnya dianterin tempat sy. Akhirnya. Lega saya. Expres is the best

  23. Lyn says:

    Ada yang pernah naik taksi putra ga? saya ketinggalan hp di taksi dan kurang ingat dengan nomor pintu, dan sampai skrg tidak ada yang mengaku pernah membawa penumpang dengan tujuan yang saya lalui. padahal baru pertama kali saya naik taksi putra karena kepepet. kecewa skali..

    • I am sorry to hear that. Saya sering naik taksi putra. kebanyakan mobilnya sudah tua dan AC-nya kurang bagus. Sopir-sopirnya bagus, karena mengenal Jakarta dengan baik. Sampai saat ini (untungnya) belum pernah ketinggalan HP…

  24. Nico Delano says:

    Kemaren saya dari tanah kusir ke pondok indah mall naik taksi express yg nomor lambung EE1805 sopirnya bernama pak wargi,sopirnya ramah,baik,dan memiliki rute pendek seperti tanah kusir-pondok indah

  25. daidai says:

    setujuuuu soal gamya….paling puas sama gamya…tapi kalo soal taxiku enggak banget deh..berulang kali naek pasti dikecewakan..waktu itu malah waktu aku dirawat di RS Mitra Keluarga Depok, berulang kali keluarga ku “dikerjain” sama Taxiku..dibilang mobilnya rusaklah dan sebagainya…. disuruh ganti taksi aja, tapi ga dicariin taksi baru dan disuruh bayar pula…padahal waktu kejadian ganti taksi ini aku alamin sama blue bird, aku ditungguin sampe dapet taksi baru dan gak disuruh bayar…jadi taxiku amat sangat ga rekomen…kalo mau urutannya tetep 1. Gamya. 2. Blue bird. 3. Ekspress…..

  26. Iva says:

    Thank you mba Lia atas info tambahan ttg taksi yg pelayanannya bagus selain BB. Jujur aku baru tahu ada taksi Gamya, kebetulan aku lagi numpang hidup di Ausie sejak akhir 2011, ga tahu perkembangan ttg taksi2 baru di Jakarta skg.

  27. na says:

    aku paling sebel sama supir taksi yg nawarin argo borongan. kalo di PT. (sensor), pengemudi yg ketauan nembak argo pasti lgsg dipecat.

  28. black says:

    taxi BB,,,brpa sih tarifnya sekarang,,,masa dr PGC sampai POLSEK JATINEGARA Rp15.000,,,padahal rencananya mau ke krmat polu senen,,liat argo gak jelas spt itu lebih baik minta diturunin aja,,,drpd argo yg gak jelas,,beda dgn tarif TAXIKU,,,kramat raya sampai balai sudirman cuman Rp18.500,,,kalau dihitung jarak tentu lbh jauh KRMAT RAYA ke balai sudirman,,drpd PGC ke POLSEK JATINEGARA,,,Gimana menurut Anda,,

  29. svargapati says:

    Saya pramudi taxiku,saya juga mau complain nih,sekalian curhat ,aku pernah dapet penumpang dari cempaka mas mau ke pramuka,aku greeting mereka (kayanya orang ambon),lalu nanya mau lewat mana,ibu ini jawab ,mau lewat ini,ntar belok disini,ntar lewat sana,sini.
    Aku jawab baik bu,tapi saya minta dibantu directionnya ya,si ibu itu jawab,wah gimana bi,supir taxi kok gak tau jalan,gmn ini kalo org dari daerah dateng trus diputer2in.
    Deg,sakit banget ati ini dengernya,kaya jadi supir taxi ini gak beda jadi penipu dan maling aja,lalu aku jawab”ibu saya pakai gps bila penumpang dan saya tidak tau jalan”,dan apabila ibu merasa dirugikan ,bo telp pengaduan dan kpp saya ada di belakang,ibu tinggal tlp saja”,akhirnya ibu itu ngasih tau jalannya dan aku tetep pake gps ku,and guess what,dia pilih jalan lebih jauh 5 km daripada jalan di gps ku,point saya,jadi pramudi taxi,jadi boss,or jadi pilot,kalo emang niatnya gak jujur mah ya sami mawon,dan walopun saya lulusan s1 ,8 taon jadi supir truck di america (covenant) ,aku gak malu kok,emang baru dapet rejekinya nyupir taxiku,ya jalanin aja,yg penting aku berusaha jujur,sopan,agar hasil yg kudapat juga jadi barokah buat aku,bagi yg butuh taxiku bisa ngehub saya di 082216666810 / 085716666810, wherever you wanna go, i will take u and deliver u safely,and service u with honesty from my deepest heart’s.

  30. ong bat says:

    Armada BB 25 ribu,pengemudinya pasti lebih dr 25 ribu. 25 orang lebih kriterianya beda2,yg lg sial aja dpt supir yg nakal,ga semua supir bb nakal2.

  31. supir juga manusia punya rasan punya hati…mari kita saling menghormati dan menghargai .. artinya baik supir dan penumpang taksi saling membutuhkan… sy aja ada rencana bawa taksi karna udah muak dengan kelakuan bos saya yang tidak berprikemanusiaan ..lagi bingung mau bawa taksi apa

  32. teuku muslidar says:

    Ya kalo mau naik taksi pilih transcablah..pengemudinya ramah,kalo lg macet bisa menikmati tv kabel and musik ok lah.

  33. pengguna Blue Bird says:

    Kalo gw sih lbh suka naik BB, jarak sedekat apapun mereka ttp mau mengantar, pdhal argo gak sampe 10 ribu. Ac nya masih bagus. Gak pernah nurunin di jalan, krn pas naik taksi lain gw sering bgt mau diturunin di jalan cm krn macet smntra gw gak ngerti jalan. Memang sih klo supir baru mereka kebanyakan gak ngerti jalan. Taxi ekspress gw bnyak alami pengalaman gak menyenangkan, tapi gw appreciate bgt pas dpt supir yg baik bgt dng kasih tips lebih. Taxiku dulu suka naik sih klo dr itc kuningan krn rata2 memang taxiku semua yg bejejer. Gamya dl pernah naik, so far sih gak ada masalah cm jarang ditemui di jalan. Yg lainnya blm prnh naik krn lbh sering naik BB sih, sampe klo di luar kota kyk bali gw jg pesen taksi yg masih grup blue bird krn pake argo. Plg mlm dr bandara jg gw pilih BB, dan ada pengalaman berkesan. Gw plg dr KL dng pesawat tengah malam, dan tiba di soetta itu jam 1 pagi, bsk kudu ngantor lg. Supir BB ini baik bgt saking gw capek dan ngantuk, dia anterin koper2 gw sampe dpn pintu rumah tanpa gw minta.

    Ini hanya opini berdasarkan pengalaman ya, memuji bkn berarti gw orang BB :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s